Minggu, 11 Oktober 2026 Maghrib 17:5727°C Berawan sebagian 1 SGD = Rp13.965

Info Kota

Sejarah Batam: Asal-usul Nama, Otorita, hingga Jadi Kota Industri

Reporter: Redaksi BATAM.co.id Editor: Redaksi BATAM.co.id Terbit 7 menit baca
Sejarah Batam: Asal-usul Nama, Otorita, hingga Jadi Kota Industri
Ilustrasi · Foto: Pexels

Ringkasan cepat

  • Batam adalah pulau di Provinsi Kepulauan Riau, berdampingan dengan Singapura dan berhadapan langsung dengan jalur pelayaran Selat Malaka.
  • Sumber tertulis tertua yang menyebut nama Batam adalah Traktat London 1824; asal-usul nama tersebut belum diketahui secara pasti.
  • Hari Jadi Kota Batam jatuh pada 18 Desember 1829, ditetapkan melalui Perda Kota Batam Nomor 4 Tahun 2009.
  • Batam ditetapkan sebagai basis logistik Pertamina pada 1970, daerah industri pada 1973, dan kota otonom pada 1999.
  • Batam berstatus Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas selama 70 tahun sejak 2007, dikelola oleh BP Batam.

Batam berkembang dari pulau kampung nelayan Melayu menjadi basis logistik Pertamina pada 1970, lalu daerah industri pada 1973, dan akhirnya kota otonom pada 1999. Setiap tahapan itu ditetapkan melalui keputusan dan undang-undang yang tercatat, sehingga perjalanan pulau ini dapat ditelusuri dari dokumen resminya. Artikel ini merangkum sejarah tersebut mulai dari asal-usul nama hingga status kawasan saat ini.

Batam adalah pulau di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Letaknya yang berdampingan dengan Singapura dan berhadapan langsung dengan jalur pelayaran Selat Malaka membuat pulau ini sejak lama menjadi perhatian dalam urusan perdagangan dan pelayaran. Posisi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Batam dipilih sebagai pusat pengembangan industri dan kawasan perdagangan bebas.

Sebelum dibangun secara besar-besaran, Batam dikenal sebagai kawasan perkampungan kecil dengan kehidupan yang bergantung pada laut. Gambaran itulah yang menjadi titik awal dari seluruh perjalanan sejarah kota ini.

Asal-usul Nama Batam

Hingga kini, asal-usul nama Batam belum memiliki penjelasan tunggal yang diterima secara pasti. Jurnal Historia UNRIKA (2021) mencatat bahwa belum ada sumber yang secara jelas menerangkan asal nama tersebut. Sumber tertulis tertua yang menyebut nama Batam adalah Traktat London 1824. Dengan kata lain, nama itu sudah dikenal dalam dokumen internasional jauh sebelum kawasan ini dibangun sebagai kota modern, tetapi dokumen tersebut tidak menjelaskan makna atau asal katanya.

Dari tradisi lisan dan penuturan masyarakat, setidaknya ada tiga versi yang beredar. Ketiganya perlu dibaca sebagai cerita yang berkembang di masyarakat, bukan sebagai fakta yang sudah dibuktikan.

Versi pertama menyebut nama Batam berasal dari “Batang”, yaitu sejenis pohon yang tumbuh di pantai menghadap Laut Cina Selatan. Pohon-pohon di tepi pantai itu disebut menjadi penanda bagi wilayah pesisir pulau.

Versi kedua mengaitkan kata “batang” dengan fungsi jembatan penghubung. Menurut cerita ini, pulau tersebut dahulu menjadi pintu atau penghubung antara gugusan Bintan, Bulang, dan Lingga dengan Temasik serta Johor. Penafsiran ini sejalan dengan posisi Batam yang berada di persimpangan jalur antarpulau di kawasan Kepulauan Riau.

Versi ketiga menyebut Batam sebagai singkatan dari Batu Ampar, nama perkampungan awal yang berada di pulau ini. Menurut versi ini, nama kampung tersebut kemudian melekat pada seluruh pulau.

Ketiga versi tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya dari dokumen yang ada. Yang dapat dipegang adalah bahwa nama Batam sudah tercatat dalam Traktat London 1824, sementara makna nama itu masih menjadi bahan penelusuran.

Nong Isa dan Hari Jadi Kota Batam

Dalam catatan sejarah lokal, tokoh yang kerap disebut adalah Raja Isa, atau Nong Isa. Pada 18 Desember 1829, Raja Isa ditunjuk untuk memegang perintah atas wilayah Nongsa dan sekitarnya. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Batam melalui Perda Kota Batam Nomor 4 Tahun 2009.

Penetapan hari jadi ini penting karena memberi titik acuan resmi bagi perjalanan pemerintahan kota. Penjelasan lebih lengkap mengenai peristiwa tersebut dapat dibaca di halaman Hari Jadi Kota Batam 18 Desember 1829.

Kronologi Perkembangan Batam

Perubahan Batam dari kampung nelayan menjadi kota industri berlangsung melalui serangkaian keputusan pemerintah. Tabel berikut merangkum peristiwa penting beserta dasar hukumnya.

TahunPeristiwaDasar hukum
1824Nama Batam tercatat dalam Traktat London, sumber tertulis tertua yang diketahuiTraktat London 1824
1829Raja Isa (Nong Isa) ditunjuk memegang perintah atas wilayah Nongsa dan sekitarnyaDitetapkan sebagai Hari Jadi Kota Batam, Perda Kota Batam Nomor 4 Tahun 2009
1970Batam ditetapkan sebagai basis logistik dan operasional usaha minyak dan gas Pertamina; pada awal 1970-an pulau ini dihuni sekitar 6.000 orangKeppres 65/1970 (19 Oktober 1970)
1971Dibentuk Badan Pimpinan Daerah Industri Pulau Batam (Otorita Batam), dengan Ibnu Sutowo sebagai ketua pertamaKeppres 74/1971 (26 Oktober 1971)
1973Seluruh Pulau Batam ditetapkan sebagai daerah industriKeppres 41/1973 (22 November 1973)
1978BJ Habibie mulai memimpin Otorita Batam hingga 1998Keppres 194/M/1978
1983Dibentuk Kotamadya (administratif) Batam dengan tiga kecamatan awal, yaitu Belakang Padang, Batam Barat, dan Batam TimurPP Nomor 34 Tahun 1983
1992Wilayah kerja Otorita diperluas ke Barelang; pembangunan enam Jembatan Barelang dimulaiKeppres 28/1992
1999Batam ditetapkan sebagai daerah otonom Kota BatamUU Nomor 53 Tahun 1999 (diubah UU 13/2000)
2005Wilayah Kota Batam ditetapkan terdiri atas 12 kecamatan dan 64 kelurahanPerda Kota Batam 2/2005
2007Batam ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) selama 70 tahunUU 44/2007 dan PP 46/2007
2019Wali Kota Batam menjabat ex-officio sebagai Kepala BP BatamPP 62/2019
2021Ditetapkan KEK Batam Aero Technic dan KEK Nongsa Digital Park (Juni)PP 67/2021 dan PP 68/2021

Era Habibie dan Pembangunan Barelang

Masa kepemimpinan BJ Habibie di Otorita Batam sejak 1978 hingga 1998 menjadi fase penting dalam pembangunan prasarana dan penanaman modal. Pada periode ini, fokus utama Otorita adalah menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan kawasan industri, mulai dari jalan, pelabuhan, hingga fasilitas pendukung lainnya. Konteks lainnya: Hari Jadi Kota Batam 18 Desember 1829: Sejarah, Dasar Hukum, dan Peringatannya.

Perluasan wilayah kerja juga terjadi pada 1992 melalui Keppres 28/1992. Wilayah Otorita diperluas hingga mencakup Barelang, yakni Batam, Rempang, Galang, dan pulau-pulau sekitarnya. Dari sinilah nama Barelang dikenal sebagai akronim gugusan pulau tersebut.

Salah satu wujud paling terlihat dari perluasan ini adalah pembangunan rangkaian enam Jembatan Barelang. Pembangunannya dimulai pada 1992 dan rampung pada akhir 1990-an. Jembatan pertama dalam rangkaian ini dikenal sebagai Jembatan Tengku Fisabilillah. Jembatan-jembatan tersebut menghubungkan pulau-pulau di gugusan Barelang sehingga akses antarpulau menjadi lebih mudah.

Status FTZ dan Kawasan Ekonomi Khusus

Sejak 2007, Batam memiliki status Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) berdasarkan UU 44/2007 dan PP 46/2007. Status ini berlaku untuk jangka waktu 70 tahun. Lembaga yang mengelola kawasan tersebut adalah BP Batam.

Dalam pengelolaannya, sejak PP 62/2019, Wali Kota Batam menjabat secara ex-officio sebagai Kepala BP Batam. Ketentuan ini menempatkan kepemimpinan kota dan lembaga pengelola kawasan dalam satu jabatan yang sama.

Pada Juni 2021, pemerintah menetapkan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, yaitu KEK Batam Aero Technic melalui PP 67/2021 dan KEK Nongsa Digital Park melalui PP 68/2021. Penetapan kedua KEK ini menambah jenis kawasan pengembangan yang ada di kota tersebut, di luar kerangka FTZ yang sudah berjalan sebelumnya.

Baca juga seri Info Kota: Profil Kota Batam: luas, pulau, kecamatan, penduduk · Siapa Hang Nadim? · Batam dijuluki kota apa?

Ringkasan

Sejarah Batam bermula dari pulau kampung nelayan Melayu dan berkembang melalui tiga tahap besar. Pada 1970, pulau ini ditetapkan sebagai basis logistik Pertamina. Pada 1973, seluruh pulau ditetapkan sebagai daerah industri. Pada 1999, Batam menjadi kota otonom. Asal-usul nama Batam masih menyisakan beberapa versi cerita, dan sumber tertulis tertua yang menyebut nama ini adalah Traktat London 1824. Status FTZ dan KEK yang berlaku saat ini merupakan kelanjutan dari kerangka hukum yang dibangun sejak akhir 1990-an hingga 2021.

Data kependudukan terbaru menunjukkan jumlah penduduk Kota Batam mencapai 1.394.459 jiwa berdasarkan data Dukcapil Semester II 2025. Angka ini menjadi gambaran perkembangan kota dari kampung kecil di masa lalu hingga menjadi salah satu kota dengan jumlah penduduk besar di Kepulauan Riau.

FAQ

Apa dasar tanggal Hari Jadi Kota Batam? Hari Jadi Kota Batam ditetapkan pada 18 Desember, merujuk pada penunjukan Raja Isa (Nong Isa) untuk memegang perintah atas wilayah Nongsa dan sekitarnya pada 1829. Penetapan ini tercantum dalam Perda Kota Batam Nomor 4 Tahun 2009.

Apakah asal-usul nama Batam sudah pasti? Belum. Jurnal Historia UNRIKA (2021) mencatat belum ada sumber yang menjelaskan asal nama tersebut secara pasti. Ada tiga versi cerita yang beredar, dan ketiganya belum dapat dibuktikan dari dokumen yang ada.

Apa perbedaan Otorita Batam dan BP Batam? Otorita Batam dibentuk melalui Keppres 74/1971 sebagai Badan Pimpinan Daerah Industri Pulau Batam. Lembaga pengelola kawasan yang berlaku dalam kerangka FTZ saat ini adalah BP Batam, sebagaimana diatur dalam UU 44/2007 dan PP 46/2007.

Mengapa Batam berstatus Kawasan Perdagangan Bebas? Status FTZ ditetapkan melalui UU 44/2007 dan PP 46/2007 untuk jangka waktu 70 tahun. Penetapan ini menjadi dasar pengelolaan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas di Batam.

Apa itu Barelang? Barelang adalah gugusan pulau yang mencakup Batam, Rempang, Galang, dan pulau-pulau sekitarnya. Wilayah kerja Otorita Batam diperluas ke gugusan ini melalui Keppres 28/1992.

Artikel ini disusun redaksi BATAM.co.id. Punya kabar, koreksi, atau usul liputan? Hubungi redaksi.