Minggu, 11 Oktober 2026 Maghrib 17:5727°C Berawan sebagian 1 SGD = Rp13.965

Info Kota

Pahlawan Nasional dari Kepulauan Riau dan Jejaknya di Batam

Reporter: Redaksi BATAM.co.id Editor: Redaksi BATAM.co.id Terbit 6 menit baca
Pahlawan Nasional dari Kepulauan Riau dan Jejaknya di Batam
Ilustrasi · Foto: Pexels

Yang perlu Anda tahu

  • Belum ada Pahlawan Nasional yang lahir atau berasal khusus dari Batam (daftar penerima gelar Setneg 1959–2017 dan daftar 2025).
  • Raja Haji Fisabilillah (1727–1784) menerima gelar Pahlawan Nasional lewat Keppres 072/TK/1997 tanggal 11 Agustus 1997.
  • Raja Haji Fisabilillah adalah Yang Dipertuan Muda Riau IV (1777–1784) dan gugur melawan Belanda di Teluk Ketapang, Melaka, pada 18 Juni 1784.
  • Makam Raja Haji Fisabilillah ada di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, kawasan cagar budaya nasional.
  • Bandara di Tanjungpinang bernama Bandara Raja Haji Fisabilillah.

Belum ada Pahlawan Nasional yang lahir atau berasal khusus dari Batam. Berdasarkan daftar penerima gelar Pahlawan Nasional yang dirilis Sekretariat Negara sejak 1959 hingga 2017, serta daftar tahun 2025, tidak ditemukan nama tokoh dengan asal daerah Batam. Kepulauan Riau sebagai provinsi memang memiliki tiga Pahlawan Nasional, yaitu Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji, dan Sultan Mahmud Riayat Syah. Ketiganya berasal dari sejarah Kerajaan Riau-Lingga dan kawasan Tanjungpinang, Lingga, serta sekitarnya.

Meski demikian, nama ketiga tokoh tersebut hadir di ruang publik Batam. Jembatan, masjid, dan museum di kota ini memakai nama mereka, sehingga warga dan pengunjung bersinggungan dengan sejarah itu setiap hari, misalnya saat melintasi jembatan Barelang atau berkunjung ke museum di kawasan Batam Centre.

Batam berada di gugusan Kepulauan Riau dan berdekatan dengan Singapura. Posisi strategis ini membuat Batam tumbuh sebagai kota industri dan jalur perdagangan, tetapi di sisi lain kota ini juga menyimpan jejak panjang kerajaan Melayu yang pusat pemerintahannya berada di pulau-pulau lain di provinsi ini. Artikel ini merangkum siapa saja tokoh tersebut, apa jasanya, dan bagaimana nama mereka hadir di Batam.

Tiga Pahlawan Nasional dari Kepulauan Riau

Pemerintah pusat menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh dari Kepulauan Riau dalam rentang waktu yang berbeda. Tabel berikut merangkum data dasar masing-masing tokoh.

NamaTahun gelarKeppresDikenal karena
Raja Haji Fisabilillah1997Keppres 072/TK/1997 (11 Agustus 1997)Yang Dipertuan Muda Riau IV (1777–1784) yang gugur melawan Belanda
Raja Ali Haji2004Keppres 089/TK/2004 (November 2004)Membakukan tata bahasa Melayu yang menjadi dasar bahasa Indonesia
Sultan Mahmud Riayat Syah2017Keppres 115/TK/2017 (6 November 2017)Memimpin kemenangan atas Belanda dalam Perang Riau I dan memindahkan pusat pemerintahan ke Daik Lingga

Ketiganya dinilai berjasa dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Melayu dan membangun fondasi budaya serta bahasa yang kini menjadi bagian dari identitas nasional.

Riwayat dan Peran Ketiganya

Raja Haji Fisabilillah

Raja Haji Fisabilillah (1727–1784) menjabat sebagai Yang Dipertuan Muda Riau keempat pada periode 1777 hingga 1784. Masa pemerintahannya diwarnai konflik dengan Belanda yang berusaha memperluas pengaruh di jalur perdagangan Selat Melaka. Ia gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Teluk Ketapang, Melaka, pada 18 Juni 1784.

Atas perjuangan tersebut, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepadanya melalui Keppres 072/TK/1997 yang ditetapkan pada 11 Agustus 1997. Namanya kemudian diabadikan dalam berbagai penanda di Kepulauan Riau, termasuk nama bandara di Tanjungpinang, Bandara Raja Haji Fisabilillah.

Raja Ali Haji

Raja Ali Haji menerima gelar Pahlawan Nasional lewat Keppres 089/TK/2004 pada November 2004. Jasa utamanya adalah membakukan tata bahasa Melayu. Rumusan tata bahasa tersebut kemudian menjadi dasar bahasa Indonesia yang dipakai secara nasional. Topik terkait: Profil Kota Batam: Luas Wilayah, Jumlah Pulau, Kecamatan, dan Penduduk.

Selain bidang bahasa, ia juga menulis buku tata bahasa Bustanul Katibin serta kamus Kitab Pengetahuan Bahasa. Karya-karya ini menjadi rujukan penting bagi perkembangan bahasa Melayu pada masanya.

Sultan Mahmud Riayat Syah

Sultan Mahmud Riayat Syah memimpin kemenangan atas Belanda pada 6 Januari 1784, yang tercatat dalam sejarah sebagai Perang Riau I. Pada 1787, ia memindahkan pusat pemerintahan dari Hulu Riau ke Daik, Lingga. Keputusan ini menandai babak baru pemerintahan Kerajaan Riau-Lingga.

Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepadanya melalui Keppres 115/TK/2017 tanggal 6 November 2017. Makamnya berada di belakang Masjid Jami Sultan Lingga, Daik.

Gurindam Dua Belas

Gurindam Dua Belas ditulis Raja Ali Haji di Pulau Penyengat pada 1847. Karya ini berisi nasihat tentang akhlak, agama, dan tata hidup dalam bentuk gurindam, yaitu puisi berpola dua baris berirama dan berima. Hingga kini karya tersebut dikenal luas dalam pendidikan bahasa dan sastra Melayu.

Gurindam Dua Belas ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2013. Di Pulau Penyengat, sebagian isi gurindam ini terpahat di dinding makam Raja Ali Haji, sehingga pengunjung dapat membacanya langsung di lokasi.

Jejaknya di Batam

Nama ketiga tokoh tersebut digunakan pada sejumlah fasilitas umum dan penanda kota di Batam. Berikut daftar yang tercatat:

  • Jembatan Barelang 1 dikenal juga sebagai Jembatan Tengku Fisabilillah atau Jembatan Raja Haji Fisabilillah, sebagaimana tercantum dalam data Kementerian PUPR tahun 2018.
  • Jembatan Barelang 3 bernama Jembatan Raja Ali Haji.
  • Masjid Agung Batam II di Tembesi bernama Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.
  • Museum Batam Raja Ali Haji berada di Dataran Engku Putri, Batam Centre. Museum ini diluncurkan pada 18 Desember 2020 dan meraih sertifikat museum Tipe B pada 2021.
  • Jalan Raja Haji Fisabilillah terdapat di Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota.

Museum Batam Raja Ali Haji menjadi salah satu tempat yang paling mudah dikunjungi bagi warga yang ingin mengenal sejarah Melayu tanpa harus menyeberang ke Tanjungpinang atau Lingga. Baca juga: Perpustakaan Kota Batam: Alamat, Cara Daftar Anggota Gratis, dan Aplikasi iBatam.

Catatan tentang Hang Nadim

Sering muncul pertanyaan apakah Hang Nadim termasuk Pahlawan Nasional karena namanya cukup dikenal di Batam. Jawabannya tidak. Hang Nadim bukan Pahlawan Nasional. Namanya dipakai untuk Bandara Internasional Hang Nadim Batam, yang merupakan penghormatan daerah dan bukan penetapan gelar nasional. Pembaca yang ingin mengetahui lebih jauh dapat membaca artikel tentang Hang Nadim, laksamana Melayu yang namanya dipakai sebagai bandara Batam.

Ziarah ke Makam di Pulau Penyengat

Makam Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji berada di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, yang merupakan kawasan cagar budaya nasional. Pulau ini menjadi tujuan ziarah sekaligus wisata sejarah bagi warga Batam dan pengunjung dari luar daerah.

Dari Batam, perjalanan dimulai dengan feri dari Pelabuhan Telaga Punggur menuju Tanjungpinang, yang memakan waktu sekitar satu jam. Setelah tiba di Tanjungpinang, perjalanan dilanjutkan dengan perahu pompong sekitar 15 menit menuju Pulau Penyengat. Peziarah disarankan memeriksa jadwal keberangkatan feri sebelum berangkat, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Di pulau ini, pengunjung dapat melihat makam kedua tokoh tersebut serta menyaksikan peninggalan Kerajaan Riau lainnya. Makam Sultan Mahmud Riayat Syah berada di Daik, Lingga, sehingga peziarah yang ingin mengunjungi ketiganya perlu merencanakan perjalanan lintas pulau.

Baca juga seri Info Kota: Pulau Penyengat dari Batam · Siapa Hang Nadim? · Sejarah Batam: asal-usul nama hingga kota industri

Ringkasan dan Tanya Jawab

Kepulauan Riau memiliki tiga Pahlawan Nasional, yakni Raja Haji Fisabilillah (1997), Raja Ali Haji (2004), dan Sultan Mahmud Riayat Syah (2017). Ketiganya tidak lahir di Batam, tetapi nama mereka hadir di jembatan, masjid, museum, dan jalan di kota ini. Jejak ini menjadi pengingat bahwa sejarah Melayu dan Kerajaan Riau-Lingga masih terhubung dengan kehidupan kota hari ini, meski pusat pemerintahannya dahulu berada di pulau-pulau lain.

Apakah ada Pahlawan Nasional yang lahir di Batam?

Belum ada. Berdasarkan daftar penerima gelar Pahlawan Nasional dari Sekretariat Negara, tidak ditemukan tokoh yang lahir atau berasal khusus dari Batam.

Siapa saja Pahlawan Nasional dari Kepulauan Riau?

Raja Haji Fisabilillah (gelar 1997), Raja Ali Haji (gelar 2004), dan Sultan Mahmud Riayat Syah (gelar 2017).

Di mana makam ketiga tokoh tersebut?

Makam Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji berada di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Makam Sultan Mahmud Riayat Syah berada di belakang Masjid Jami Sultan Lingga, Daik.

Apakah Hang Nadim Pahlawan Nasional?

Bukan. Nama Hang Nadim digunakan untuk Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Bagaimana cara berziarah ke Pulau Penyengat dari Batam?

Naik feri dari Pelabuhan Telaga Punggur ke Tanjungpinang, sekitar satu jam, lalu lanjutkan dengan perahu pompong sekitar 15 menit.

Artikel ini disusun redaksi BATAM.co.id. Punya kabar, koreksi, atau usul liputan? Hubungi redaksi.