Selasa, 13 Oktober 2026Sel, 13 Okt Maghrib 17:5626°C Berawan 1 SGD = Rp. 13.997
Menyambut Hari Sumpah Pemuda · 28 Oktober

Info Batam

Kamus Batam: Teh Obeng, Kopi O & Bahasa Sehari-hari Batam

Kata-kata yang akan Anda dengar di kedai kopi, pasar, dan jalanan Batam — dan artinya.

Diperbarui:
Kamus Batam: Teh Obeng, Kopi O & Bahasa Sehari-hari Batam

Jawaban singkat: Teh obeng artinya es teh manis — minuman paling umum di kedai batam. Kopi O artinya kopi hitam manis panas (tanpa susu). Di Batam, “semalam” berarti kemarin dan “kami” sering dipakai untuk “aku”.

Batam adalah kota pendatang di tanah Melayu Kepri, dekat Singapura dan Malaysia. Hasilnya, bahasa sehari-hari di sini campuran Melayu, Indonesia, dan sedikit istilah Hokkien dari kedai kopi. Halaman ini mengumpulkan kata yang paling sering membuat pendatang bingung — mulai dari cara memesan teh obeng dan kopi O, sapaan Kak dan Bang, sampai kata yang artinya berbeda dengan bahasa Indonesia baku seperti “semalam” yang berarti kemarin. Beberapa istilah dikonfirmasi langsung oleh redaksi yang tinggal di Batam. Tekan tombol 🔊 untuk mendengar pengucapannya dari suara bawaan HP Anda.

Pesan minum di kedai kopi

Di kedai kopi (kopitiam) Batam, “O” berarti tanpa susu dan “beng” berarti pakai es — jadi teh obeng = teh O pakai es. Salah sebut bisa dapat kopi susu; kalau ragu, tanyakan ke penjual.

Teh obeng

Es teh manis — minuman paling umum di kedai Batam.

Di Batam disebut “obeng”, bukan “o peng”. Asal katanya dari Hokkien “o peng” (O = hitam/pekat, peng = es batu) yang lama-lama diucapkan obeng.

“Kalau mau pesan teh es di sini, bilang teh obeng.”

Teh O

Teh manis panas, tanpa susu dan tanpa es.

“Teh obeng pakai es, kalau teh O tak ada es.”

Kopi O

Kopi hitam manis panas (tanpa susu). Pesan tanpa “O” kadang malah disajikan kopi susu.

Kopi obeng

Es kopi.

Teh tarik

Teh susu manis yang dituang bolak-balik antargelas sampai berbuih.

Kopitiam

Kedai kopi (tiam = toko dalam Hokkien); biasanya juga jual teh, milo, dan makanan.

Air kosong

Air putih.

Es kosong

Air es (air putih dingin).

Nasi lemak

Nasi uduk (nasi santan dengan lauk).

Pipet

Sedotan.

Mancis

Korek api.

Kata sehari-hari

Batam berbahasa Melayu Kepri yang bercampur bahasa pendatang. Beberapa kata artinya beda dengan bahasa Indonesia baku.

Semalam

Kemarin (sehari yang lalu) — bukan “tadi malam”.

“Semalam aku ke Nagoya.” = Kemarin aku ke Nagoya.

Kemarin

Beberapa hari yang lalu (karena “semalam” sudah berarti kemarin).

Kami

Sering dipakai untuk “aku/saya”, bukan hanya “kami” jamak.

Awak

Saya.

“Awak ni apalah ya kan…” = siapalah aku ini.

Ko

Kau, kamu.

“Ish, ko ni menyemak aja lah.”

Kak

Sapaan untuk perempuan muda sampai paruh baya (lebih umum daripada “Mbak”).

Bang

Sapaan untuk laki-laki. “Pak/Bu” untuk yang jauh lebih tua.

Wak

Penutup kalimat yang akrab, mirip “bro” atau “coy”.

“Jangan lah wak, tega kali ko.”

Aok

Ya, betul.

Nak / tak nak

Mau / tidak mau.

“Aku nak pegi BCS dulu.”

Tak

Tidak.

Tak payah

Tidak usah.

Tak aci

Tidak adil.

Payah

Susah.

Bila

Kapan.

Sekejap

Sebentar.

Siap

Selesai.

“Udah siap laporannya?”

Kali / … kali pun

Sangat, sekali (ungkapan kagum).

“Mahal kali!” · “Bagus kali pun permainannya.”

Macam / kek

Seperti.

Kat / dekat

Di (tempat).

“Beli kat mana?” — “Beli dekat Nagoya Hill.”

Tengok

Lihat.

“Coba kau tengok hasilnya.”

Ambik

Ambil.

Sikit

Sedikit.

Penat

Capek.

Orang rumah

Istri (kadang istri dan anak).

Seluar

Celana.

Tilam

Kasur.

Kocek

Saku.

Tekak

Tenggorokan.

Telekung

Mukena.

Comel

Imut, lucu.

Lasak

Aktif, tidak bisa diam (anak).

“Anakmu lasak ya.”

Degil

Nakal, bandel.

Kedekut

Pelit.

Kongsi

Kerja sama, urunan.

Teruk

Parah.

Kempunan

Kepercayaan: makanan yang sangat diinginkan sebaiknya dicicipi, supaya tidak sial.

Ecek-ecek

Pura-pura.

Tempat & transportasi

Kata yang sering muncul saat bertanya arah atau naik kendaraan.

Simpang

Pertigaan atau perempatan — juga nama tempat: Simpang Jam, Simpang Kabil.

“Kuantar sampai Simpang Kabil.”

Lori

Truk.

Bas

Bus.

Carry

Minibus/angkot (dari nama mobil Suzuki Carry).

Pancung

Perahu kecil dengan mesin tempel di belakang — dipakai menyeberang ke pulau-pulau.

Pompong

Perahu dengan mesin di tengah.

Minyak / uang minyak

Bensin / uang transport.

Ruli

Rumah liar (bangunan tanpa izin).

Kelong

Bangunan penangkap ikan nelayan di laut, bertiang kayu; kini juga restoran seafood di atas laut. (Istilah umum di Kepri.)

Ungkapan

Ungkapan sehari-hari yang bikin pendatang menoleh dua kali.

Boleh tahan

Lumayan (pujian).

“Boleh tahan lah motor baru engkau.”

Mana ada!

Ungkapan untuk menyangkal.

Menyemak

Mengganggu, merepotkan.

“Ish, ko ni menyemak aja lah. Pegi sana!”

Pusing-pusing

Muter-muter, jalan-jalan keliling.

Lantak

Nekat / terserah.

Citen

Mantap.

Celat

Curang.

Gas kan

Lanjutkan.

Kaleng-kaleng

Tidak penting, abal-abal.

“Awak ni apalah, cuma kaleng-kaleng.”

Betekak

Adu mulut, berdebat.

Tidak semua orang Batam memakai semua kata ini — Batam kota pendatang. Ada kata yang kurang tepat atau belum masuk? Kabari redaksi.